Kupang/20/12/2025– Inovasi pelayanan publik “Laskar Peran Jempol” yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Belu kembali menorehkan prestasi membanggakan. Inovasi tersebut resmi masuk Top 20 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik KOIN YANLIK BERDASI Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025.
Pengumuman pemenang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi NTT, Sabtu (20/12/2025), di Rumah Jabatan Gubernur NTT. Ajang KOIN YANLIK BERDASI yang terintegrasi dengan Innovative Government Award (IGA) menjadi wadah apresiasi dan penguatan budaya inovasi pelayanan publik di lingkungan pemerintahan, pendidikan, dan layanan masyarakat.
Kepala DP3APPKB Kabupaten Belu, Maria Sabina Mau Taek, SP, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan “Laskar Peran Jempol” menembus Top 20 tingkat provinsi merupakan hasil kerja keras, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen seluruh jajaran DP3APPKB Kabupaten Belu.
“Kami bersyukur inovasi Laskar Peran Jempol dapat masuk dalam Top 20 KOIN YANLIK BERDASI Provinsi NTT Tahun 2025. Terima kasih kepada sang inovator dan semua pihak yang terlibat. Semoga inovasi ini semakin membantu penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Belu,” ujar Maria Sabina.

Apresiasi tersebut juga disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, dr. Widiasari Widjaja, selaku inovator. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar prestasi administratif, melainkan pengakuan atas upaya menghadirkan ruang aman dan layanan perlindungan yang berpihak pada korban.
“Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras kolaborasi lintas sektor. Ada rasa syukur yang mendalam karena upaya kami dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak mendapatkan pengakuan di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.
Menurut dr. Widiasari, capaian tersebut menjadi pengingat bahwa dedikasi dalam pelayanan publik tidak boleh berhenti pada penghargaan semata.
“Penghargaan ini adalah amanah untuk terus melayani. Ini bukan tentang angka atau data, melainkan keberanian para penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berani bersuara. Inovasi Laskar Peran Jempol hadir untuk mereka,” tegasnya.
Capaian tersebut turut mendapat respon positif dan apresiasi luas dari jajaran internal DP3APPKB Kabupaten Belu. Sejumlah kepala bidang dan staf menyampaikan ucapan proficiat serta dukungan melalui pesan internal sebagai bentuk kebanggaan atas keberhasilan inovasi tersebut.
Sekretaris DP3APPKB Kabupaten Belu, Vinsentius Y. Bere, SPT., MM, menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja tim yang solid dan penuh dedikasi.
“Ini merupakan kado indah bagi Rai Belu, khususnya DP3APPKB di penghujung tahun 2025. Terima kasih dan proficiat kepada sang inovator bersama tim kerja yang solid dan tangguh. Semoga semangat ini terus terjaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Dengan diraihnya penghargaan Top 20 KOIN YANLIK BERDASI 2025, DP3APPKB Kabupaten Belu menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, memperkuat sistem perlindungan, serta memastikan perempuan dan anak mendapatkan layanan yang aman, responsif, dan berkelanjutan.foto & liputan (DP3AP2KB)
